LUTIM,TEKAPE.co– BMKG Wilayah IV Makassar berkunjung ke Kabupaten Luwu Timur guna menyampaikan rencana kegiatan SLG (Sekolah Lapang Gempabumi) dan BGST.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekda Luwu Timur, Drs. H Bahri Suli didampingi Kepala BPBD Luwu Timur, Muhammad Zabur, senin 31/05/22.
Selain menyampaikan rencana kegiatan SLG, pada kesempatan itu BMKG Wilayah IV Makassar juga mengusulkan Desa Matano sebagai Desa Tanggap Bencana atas rekomendasi tim setempat dan akan dilakukan kunjungan ke lokasi kesokan harinya bersama tim BMKG.
“Kedatangan kami untuk menyampaikan rencana kegiatan SLG yang rencananya akan dilaksanakan pertengahan juli bulan depan” Kata Jamroni saat dikonfirmasi rabu 01/6/22.
Sebelumnya, Tahun 2021 BMKG melakukan giat SLG ini di kabupaten Luwu utara, dan untuk tahun ini di agendakan di Luwu Timur.
Menurut Jamroni, SLG ini dilakukan guna memberikan pemahanan kepada masyarakat terkait bencana gempabumi , kesiap siagaan dan mitigasinya.
Sebagai Kabupaten degan posisi paling utara di propinsi Sulawesi Selatan dengan tingkat kegempaan yang cukup tinggi akibat banyaknya sesar/ patahan dii wilayah Kabupaten Luwu Timur sehingga memerlukan perhatian lebih baik dari segi edukasi maupun dari segi Anggaran kebencanaan melalui APBD Kabupaten.
“Maka dari itu, BMKG hadir di Kabupaten Luwu Timur untuk penempatan alat-alat operasional seperti Sensor gempa, accelerometer, dan WRSNG”Tutupnya.(rif)












